Trip to Malang

Alhamdulillah di kasih kesempatan jalan-jalan lagi. Masih di pulau Jawa, yaitu bagian provinsi Jawa Timur. Malang!!! Yeay. Kota dengan sebutan kota apel dan cuacanya yang dingin. Aku ingin mengabadikan perjalanan bersama teman-teman yang penuh kegokilan, suka duka, serta kenangan manis lainnya di blog tercinta ini. 

Travelling kali ini, tanpa banyak wacana, karena kebanyakan planning biasanya ga jadi. hehe.

Sore itu aku iseng ngajakin Ayu, "yu jalan ke Malang yuukk!"
dan dia langsung ok. Akhirnya kita sepakat cari personil tambahan, biar makin seru. Dapetlah Renita sama Siskha. "dapet"? Di kate barang! peace ah.

Ga pake basa basi, langsung pesen tiket kereta. itu masih bulan September 2016 deh kalo ga salah. 3 bulan sebelum keberangkatan cuuy. Niat beud kan. Haha. Langsung transfer dan tiket sudah jadi hak milik kami. Yihaa.

Oke, semua persiapan sudah lengkap. Susunan acara sudah mantap. Kami siap berangkat. Hari yang di nanti telah datang, meeting point langsung di Stasiun Senen. Semangat membara meninggalkan pekerjaan yang tak pernah habis. #eh. 

Ayu berangkat dari Bogor, Aku dari Tebet, Renita dan Siskha dari Kuningan. Agak sempat khawatir sebenernya, karena Ayu baru berangkat dari Bogor jam 1 siang. Wew. Sementara kami harus sudah sampai Stasiun Senen jam setengah 3. Mepet bangeeeet!! Tapi Bukan salah Ayu kok, sabar ya Yu.. hehe. Pada akhirnya kami sudah naik 15 menit sebelum kereta jalan kok. Alhamdulillaaaah.

***

Bismillah... kereta jalan. 

Temen2 tau kan, di deket jendela kereta itu ada tempat untuk air mineral, meja gantung kecil yang cukup buat 2 botol/gelas. Buku, hape, power bank kami taruh di atas situ bersusun-susun. Karena kerusuhan kami, ada aja yang jatuh.. ya hape, ya power bank, ya buku.. semuanya jatuh. Kali kedua, semua yang ada di atas meja itu jatuh.

"Gubraakk"

Ayu teriak, "Ya Hape gue jatoh lagi....."

Semua mata langsung menuju ke barang-barang yang jatuh. Tapi ku lihat ga ada hapenya ayu. 

"eh kok ga ada hapeku...mana hapeku!" tanya ayu histeris. Ga lama kemudian dia menyadari, yang ada di pangkuannya itu hapenya sendiri. Ya Allah... :D

***

Setelah 17 jam perjalanan, dengan muka belel baru bangun tidur dan perut yang lapar, akhirnya kami sampai di stasiun besar Malang. Cuaca sejuk disambut gerimis cantik seakan-akan menyapa kedatangan kami. :) Weekend yang menyenangkan.

Kami bersegera mencari warteg untuk mengisi energi. alhamdulillah nemu makanan yang enak dan pas di lidahku. Maklum orang sumatra rada sensi sama makanan manis. hehe. Setelah makan, pesen grab car menuju rumah kakaknya Ayu di daerah... apa ya? lupa. wkwk. Masih sekitaran kota Malang pokoknya. ya eyalah #cariAman

Thanks banget nih buat kakaknya Ayu dan Keluarga. Aduh spesial banget deh. Nanti di akhir aku ceritakan bagian spesialnya. ^,^

Namanya perjalanan jauh, pasti pegel pegel di badan. tapi karena liburan di Malang belum tentu terulang, maka harus di manfaatkan dengan baik. Sama dengan kehidupan yang hanya datang sekali. Mandi, rapih-rapih, siap jalan ba'da jum'atan. 

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Bakso Malang. Rasanya enak, banyak varian. Beda rasanya dari bakso malang di Jakarta. hehe. Selanjutnya, kami jalan-jalan cantik di Alun-Alun Kota Malang. Sempet juga mampir di toko es cream "Oen". 

Nah jadi gini ceritanya, berangkat dari rasa penasaran akan es cream ini. kami dengan yakin masuk ke tokonya. menempati satu blok meja makan dan langsung memesan menu ke waiters-nya.. Namun keraguan menyelinap dalam hati, "ini es creamnya halal ga ya?" karena ketika melihat menu ada Beer, makanan yang mengandung Pork juga.

"kalau es cream, saya jamin 100% Halal. tapi kalo makanan saya ga bisa jamin" jawab mamas waitersnya dengan lantang.

Deg. Agak khawatir. Kami berunding dan akhirnya sepakat tetep pesen es creamnya aja...Soal rasa, sebenernya menurutku yaa..ini sih menurutku. rasanya biasa aja, kalo kata Ayu mah ga ada Emulsifiernya atau apa gitu. Ga selembut es cream walls atau lainnya. Harganya kisaran 35ribu ke atas. Banyak yang dateng kesitu karena katanya es cream tertua di Malang. Ya gitu deh... mending kalo kamu ke Malang, better cari yang lain aja.. Maaf ya Oen. :)

Es cream sudah, saatnya kami bertualang ke destinasi selanjutnya. Waktu itu rencananya mau ke Omah Kayu, namun karena hari udah sore akhirnya dibatalkan. Kami sempat mampir ke Rumah Apung dan Musium Angkut. Bagus, instagramable. hehe. Banyak spot bagus buat foto2. Dasar Cewe! wkwk.

Selesai wara wirinya, destinasi selanjutnya itu ke Payung, daerah puncaknya Malang gitu. Mirip deh sama puncak Bogor. Cuma beda sensasinya aja. Lebih wow gitu. Apasih.. Terakhir sebelum pulang ke rumah, kami sempatkan mampir ke Alun Alun Kota Batu. Ruaamee banget. Apa karena malem sabtu? ah entahlah.. suasananya mirip pasar malem gitu. ada bianglala dengan cahayanya yang berwarna warni. lucu. keren. Setelah puas puas main, its time to go home.

Hari itu meskipun lelah mendera, tapi berhasil terkalahkan oleh rasa senang karena udah muter-muter kota Malang dan kota Batu. Alhamdulillah. Tapi petualangan kami yang sebenarnya baru akan di mulai keesokan harinya. 


***
aku terbangun ketika teman-temanku bergantian sholat subuh. Saat itu aku sedang tidak sholat. Mataku masih setengah terpejam. sudah sadar tapi masih tidur. laaah.. butuh sekian menit untuk bisa membuka mata secara penuh. di dramatisir, padahal masih pengen tidur sih. hehe. Suasana malang cocok banget buat meringkel. 

guide kami rencana jemput jam 5 pagi, tapi karena ada hambatan dan lain sebagainya baru sampai kira-kira pukul 9 pagi. Cukup lama menunggu, tapi qodarullah kami jadi bisa sarapan dulu, beli jajanan dulu, main-main sama ponakan ayu dulu..

guide kami sebenernya adalah temen ayu juga. ada 2 orang, satu cewe, satu cowo. mereka dah biasa naik gunung, yang juga merupakan relawan dari salah satu lembaga zakat. jadi udah khatam lah buat hidup di kondisi apapun. huehehe..semua peralatan baik itu sleeping bag, tenda, hammock, dan lainnya di bantu di sewakan oleh teman ayu. 


Perjalanan dari Kota Malang ke daerah pesisirnya atau selatan Malang sekitar 2 - 3 jam. Soalnya saat dzuhur kami sampai di pantai pertama. Pantai Balekambang. Katanya sih itu Balinya Malang karena ada Pura nya. Tapi, air laut di Pantai itu tercampur aliran sungai jadi warna di tepi lautnya kecoklatan. Sayang.. :D 


Kami hanya singgah sekitar 30 menit, paling lama 2 jam. Dari Pantai Balekambang, kami ke Pantai Goa China. Ada satu spot yang aku suka banget di Pantai itu, di bagian kanan Goa .. pasirnya putih dan tebel jadi enak nginjeknya. terus viewnya Subhanallah, terlihat dari kejauhan ada gunung-gunung batu dengan bentuk unik di tengah2 pantai. entah gunung batu entah apa. pokoknya aku melihat seperti gunung batu. hehe. lalu deburan ombaknya itu bikin kangen. memang ga bisa berenang disitu, karena di pinggirnya saja udah dalem. jelas ya karena deburan ombaknyaa juga begitu. hehe. Pantai selatan gitu loh.. berharap dapet sunrise, tp ternyata langit mendung dan menitiskan rintik hujan.

Dari Pantai Goa China, kami menuju Pantai Ngantep. Disitulah kami istirahat agak lama, makan dan ngobrol santai. Pemandangannya hanya hamparan pantai saja sejauh mata memandang. dan ada guguknya (red: anjing). hehe. pasirnya juga kotor. dan hitam2 seperti bekas api unggun. 

Hari menjelang sore, kami masih harus mengunjungi final destination. untuk berkemah disana. Hujan rintik-rintik kembali mengiringi perjalanan kami menuju Pantai Gatra. Langit sudah gelap, waktu itu kami sampai di parkiran pantai gatra pukul 6 sore. Aku kira pantai udah langsung di depan mata..taraaa, kamu harus jalan dulu untuk sampai pantai. hihi. Masing2 membawa barangnya dan berbagi barang perlengkapan kemah. senter sudah siap kami pegang dan jalaaann.... 

di luar ekspektasi sih, ternyata untuk sampai pantai Gatra butuh waktu sekitar 1 jam setengah lebih dikit. mungkin kalo jalannya level pelari mah mungkin setengah jam kali ya. wkwk. kidding. Ada 2 pos yang harus kami datangi. ada air setengah betis yang harus kami lewati. banyak jalan licin dan kotor yang harus kami tapaki. ada rintikan hujan yang setia menemani. alhamdulillah akhirnya kami bisa sampai di pantai Gatra pukul setengah 8 malem. hohoho. kata bapak2 yang di pos 2, kami adalah penginap terakhir yang masuk pantai. yang lainnya sudah stand by dari sebelum matahari terbenam.

baca kelanjutannya di sini: camping seru! 


Comments

Popular posts from this blog

Kolam Renang Khusus Wanita di Bogor