Backpackeran ke Desa Dieng Part 2
Suhu malam itu dingin sekali, bahkan kami pun tidur dengan baju lengkap dari mulai kerudung hingga kaos kaki plus jaket dan sarung tangan.
Rencana awal sih, bangun jam 3 lalu sarapan dan berangkat langsung ke bukit sikunir dan sholat subuh diatas bukit. Hehe.. Namun realitanyaaaaa... alarm sudah berbunyi dari jam 3 pagi, tapi suhu dinginnya desa dieng membuat betah berada di bawah selimut, tak ingin beranjak!! 😂
MasyaAllah ya masyarakat disini, kebayang dong wudhu jam sgitu dinginnya seperti apa walaupun pakai kran air hangat. Keren dah!
Akhirnya kami memaksakan diri bangun dan bergantian ke toilet lalu wudhu dan bersiap sholat subuh.
Setelah sarapan pop mie dan minum air teh hangat, kunci kamar lalu cus menuju bukit sikunir.
Saat sedang mencari jalan menuju bukit sikunir dalam maps gugel, tetiba ada pasangan suami istri di sebrang jalan berhenti lalu mendekati kami,
"mbak, bukit sikunir ke arah mana ya?"
"kita juga lg cari di maps, atau bareng aja mbak"
Bertambahlah anggota, dari 3 orang menjadi 5 orang. 🙊 Dengan 3 motor, 1 motor aku dan adikku, 1 motornya ryna dan 1 motor lg pasutri tsb.
Waktu tempuh dari homestay kami ke bawah kaki bukit sikunir sekitar 20 menit. Tanganku terasa mulai kebas di pertengahan jalan, masyaAllah pokoknya dingin banget.
Langit yg masih gelap, jalanan yg cukup "gradakan" alias tak mulus membuat kami harus hati2. Pasutri yg ikut kami sempet hampir terjatuh tapi alhamdulillah mereka baik2 saja hanya kaget saja katanya. 😅
Sampai di bawah kaki bukit, langit sudah lumayan terang, kami tau kami kesiangan hehe.. Its okay, drpada maksain jalan jam 3 pagi trus kedinginan ya kan. Bahaya.
Jalan kaki ke atas bukit sebenarnya ga jauh, dan friendly banget buat keluarga yg bawa anak2. Terlihat banyak ibu bapak plus anak2 kecil turun saat kami naik.
Karena menikmati jalan sembari foto2, ada kurleb setengah jam untuk sampai atas bukit. Sy yakin pasti kalian akan memuji-Nya, karena lukisan alam yang begitu indah sepanjang mata memandang.
"Allah itu indah dan menyukai keindahan"
Oya, kami sempat terpisah dengan pasutri tsb saat naik ke bukit, mereka jalan lebih dulu, lalu ketemu lagi saat di puncak bukit. Perkenalan pun di mulai saat sedang santai menikmati keindahan alam-Nya.
Mereka berasal dr Jepara. Pasutri muda ternyata, krn si mbaknya lahiran tahun 97 dan si masnya lahiran tahun 91. Hihi tak kira... #ups
Mereka habis tour jogja trus lanjut ke dieng dengan motor dong dan mereka waktu itu berencana habis dieng langsung ke semarang. MasyaAllah mantap!
Nah trus kami sempet cobain juga Tempe Kemul dan Kentang di-gula-in. Hehe. Tempe kemulnya enak kek peyek gitu renyah, kentangnya enak juga sih tp manis hehe krn si kentang dimasak dengan air gula merah..kalo kt adek mah rasanya kek kacang rebus. Wkwk
Sehabis bukit sikunir, kami lanjut explore kawah sikidang dan bukit ratapan angin dengan view telaga warna plus cobain flying fox yg ada disitu. Seru sih tp kek terlalu pelan gitu jalannya, mungkin biar bisa lama menikmati pemandangan sawah dan gunung yaa..
Di puncak ratapan angin, ada sebuah warung, kami cukup lama disitu karena ngobrol skalian jajan. Bertemu juga dengan rombongan dr Padang yg SKSD gimana gitu ya ryn, coba jelaskan 😂😂😂
Ya gitulah wajar sesama pejalan harus ramah kan. 😊
Dari puncak ratapan angin itu, terlihat jelas sekali telaga warna. Tapi hasni rada kecewa sih karena ga sebagus yg di walpaper laptop hasni berapa tahun yg lalu, hehehe.. Kata ibu pemilik warung disitu, telaga warnanya bagus bila di musim penghujan, warna warni gitu. Tp kalau musim kemarau B aja, kek danau biasa.
Baiklaaah.. Tp tetep bersyukur walaupun telaga warnanya ga sebagus yg di walpaper laptop, Allah kasih kesempatan liat langsung itu aja udh karunia yg luar biasyaaa..
Lalu, Kami pulang menuju homestay saat matahari sudah terik skali, cuacanya sudah mulai panas dan teringat harus checkout homestay per jam 12 siang lalu checkin di homestay lainnya.
Gegara waktu itu pas booking untuk malam ke 2 udh kehabisan quota kamarnya, padahal homestaynya nyaman bahkan backyard-nya itu candi arjuna.
Tapii krn sudah booking homestay lain jadinya pindahan kesana, ke homestay kemangi, ga jauh dr homestay sebelumnya, sama sih bersih juga dan lebih hangat kamarnya tapi gak ada ventilasi jadi berasa lembab aja kamarnya. Dan yg penting lebih MURAH haha. Nti di next artikel hasni kasih ya list harga dr awal hingga akhir. 😆
Setelah istirahat hingga ashar, perut mulai minta haknya, dan kami baru sadar belum makan nasi dr pagi. Maklum rang indo asli..kudu makan nasi.
Walaupun ga liat sunset di batur yg katanya bagus banget, tp kami dah puas jalan2 keliling dieng seharian dengan motor, recommended nyewa motor kalo kalian kesana. Bebas mau kemana2.
Dan saat kami sedang memikirkan rencana pulang, Allah memang Maha Baik, tetiba bapak pemilik homestay menawarkan kami ikut naik ke mobil beliau karena skalian jemput tamu di stasiun purwokerto.. MasyaAllah emang! Jadi kami hanya bantu bayar bensinnya yg sama jumlahny dengan ngeteng dr purwokerto ke dieng.
Sebelum berpisah dengan dieng, kami menyempatkan ke candi arjuna, masyarakat sekitar bilang "kalau mau liat salju abis subuh mba"
Meskipun saat subuh terjebak dalam kondisi yg sama, dingin dan udah pewe di bawah selimut, hhehe. Akhirnya baru jalan keluar itu skitar jam 6 pagi, melewati jalan kecil sebelah homestay johar, jalan yang tidak banyak orang melewatinya.
Kami pikir es salju nya dah mencair karena matahari sudah muncul, ternyata masih! Alhamdulillah. Cek suhu waktu itu 8°C, rumput-rumput masih membeku. Bisa gitu ya..masyaAllah..
Lokasiny di luar candi arjuna dan ternyata beberapa orang yg kami temui, bilang ga liat ada fenomena es. Sepertinya sih mereka lewat jalan normal, jalan orang2 biasa.. 😅 kami yg tidak normal #eh
Setelah duduk santai di lokasi candi, sarapan dan bersiap pulang. Lalu, Sampai di purwokerto skitar jam 1 siang, lebih cepat 3 jam loh krn nebeng mobil pemilik homestay hehe..
Sembari menunggu kereta pulang pukul 16.30, Perjalanan pun di tutup dengan main ke Baturraden di Banyumas lalu pulang ke Bandung, main sebentar di bandung lalu pulang ke Lampung. Panjang yaa perjalanannya! 🙊
Thanks Allah for everything..
Makasii dah mau bacaa .. Yg mau lihat rinciannya ini yah. Semoga bermanfaat.
https://nhasnif.blogspot.com/2019/07/tips-hemat-ke-desa-dieng.html?m=1
Rencana awal sih, bangun jam 3 lalu sarapan dan berangkat langsung ke bukit sikunir dan sholat subuh diatas bukit. Hehe.. Namun realitanyaaaaa... alarm sudah berbunyi dari jam 3 pagi, tapi suhu dinginnya desa dieng membuat betah berada di bawah selimut, tak ingin beranjak!! 😂
MasyaAllah ya masyarakat disini, kebayang dong wudhu jam sgitu dinginnya seperti apa walaupun pakai kran air hangat. Keren dah!
Akhirnya kami memaksakan diri bangun dan bergantian ke toilet lalu wudhu dan bersiap sholat subuh.
Setelah sarapan pop mie dan minum air teh hangat, kunci kamar lalu cus menuju bukit sikunir.
Saat sedang mencari jalan menuju bukit sikunir dalam maps gugel, tetiba ada pasangan suami istri di sebrang jalan berhenti lalu mendekati kami,
"mbak, bukit sikunir ke arah mana ya?"
"kita juga lg cari di maps, atau bareng aja mbak"
Bertambahlah anggota, dari 3 orang menjadi 5 orang. 🙊 Dengan 3 motor, 1 motor aku dan adikku, 1 motornya ryna dan 1 motor lg pasutri tsb.
Waktu tempuh dari homestay kami ke bawah kaki bukit sikunir sekitar 20 menit. Tanganku terasa mulai kebas di pertengahan jalan, masyaAllah pokoknya dingin banget.
Langit yg masih gelap, jalanan yg cukup "gradakan" alias tak mulus membuat kami harus hati2. Pasutri yg ikut kami sempet hampir terjatuh tapi alhamdulillah mereka baik2 saja hanya kaget saja katanya. 😅
Sampai di bawah kaki bukit, langit sudah lumayan terang, kami tau kami kesiangan hehe.. Its okay, drpada maksain jalan jam 3 pagi trus kedinginan ya kan. Bahaya.
Jalan kaki ke atas bukit sebenarnya ga jauh, dan friendly banget buat keluarga yg bawa anak2. Terlihat banyak ibu bapak plus anak2 kecil turun saat kami naik.
Karena menikmati jalan sembari foto2, ada kurleb setengah jam untuk sampai atas bukit. Sy yakin pasti kalian akan memuji-Nya, karena lukisan alam yang begitu indah sepanjang mata memandang.
"Allah itu indah dan menyukai keindahan"
Oya, kami sempat terpisah dengan pasutri tsb saat naik ke bukit, mereka jalan lebih dulu, lalu ketemu lagi saat di puncak bukit. Perkenalan pun di mulai saat sedang santai menikmati keindahan alam-Nya.
Mereka berasal dr Jepara. Pasutri muda ternyata, krn si mbaknya lahiran tahun 97 dan si masnya lahiran tahun 91. Hihi tak kira... #ups
Adek jd fotograper postwed dadakan 😅
Mereka habis tour jogja trus lanjut ke dieng dengan motor dong dan mereka waktu itu berencana habis dieng langsung ke semarang. MasyaAllah mantap!
Nah trus kami sempet cobain juga Tempe Kemul dan Kentang di-gula-in. Hehe. Tempe kemulnya enak kek peyek gitu renyah, kentangnya enak juga sih tp manis hehe krn si kentang dimasak dengan air gula merah..kalo kt adek mah rasanya kek kacang rebus. Wkwk
Sehabis bukit sikunir, kami lanjut explore kawah sikidang dan bukit ratapan angin dengan view telaga warna plus cobain flying fox yg ada disitu. Seru sih tp kek terlalu pelan gitu jalannya, mungkin biar bisa lama menikmati pemandangan sawah dan gunung yaa..
Di puncak ratapan angin, ada sebuah warung, kami cukup lama disitu karena ngobrol skalian jajan. Bertemu juga dengan rombongan dr Padang yg SKSD gimana gitu ya ryn, coba jelaskan 😂😂😂
Ya gitulah wajar sesama pejalan harus ramah kan. 😊
Dari puncak ratapan angin itu, terlihat jelas sekali telaga warna. Tapi hasni rada kecewa sih karena ga sebagus yg di walpaper laptop hasni berapa tahun yg lalu, hehehe.. Kata ibu pemilik warung disitu, telaga warnanya bagus bila di musim penghujan, warna warni gitu. Tp kalau musim kemarau B aja, kek danau biasa.
Baiklaaah.. Tp tetep bersyukur walaupun telaga warnanya ga sebagus yg di walpaper laptop, Allah kasih kesempatan liat langsung itu aja udh karunia yg luar biasyaaa..
Lalu, Kami pulang menuju homestay saat matahari sudah terik skali, cuacanya sudah mulai panas dan teringat harus checkout homestay per jam 12 siang lalu checkin di homestay lainnya.
Gegara waktu itu pas booking untuk malam ke 2 udh kehabisan quota kamarnya, padahal homestaynya nyaman bahkan backyard-nya itu candi arjuna.
Tapii krn sudah booking homestay lain jadinya pindahan kesana, ke homestay kemangi, ga jauh dr homestay sebelumnya, sama sih bersih juga dan lebih hangat kamarnya tapi gak ada ventilasi jadi berasa lembab aja kamarnya. Dan yg penting lebih MURAH haha. Nti di next artikel hasni kasih ya list harga dr awal hingga akhir. 😆
Setelah istirahat hingga ashar, perut mulai minta haknya, dan kami baru sadar belum makan nasi dr pagi. Maklum rang indo asli..kudu makan nasi.
Walaupun ga liat sunset di batur yg katanya bagus banget, tp kami dah puas jalan2 keliling dieng seharian dengan motor, recommended nyewa motor kalo kalian kesana. Bebas mau kemana2.
Dan saat kami sedang memikirkan rencana pulang, Allah memang Maha Baik, tetiba bapak pemilik homestay menawarkan kami ikut naik ke mobil beliau karena skalian jemput tamu di stasiun purwokerto.. MasyaAllah emang! Jadi kami hanya bantu bayar bensinnya yg sama jumlahny dengan ngeteng dr purwokerto ke dieng.
Sebelum berpisah dengan dieng, kami menyempatkan ke candi arjuna, masyarakat sekitar bilang "kalau mau liat salju abis subuh mba"
Meskipun saat subuh terjebak dalam kondisi yg sama, dingin dan udah pewe di bawah selimut, hhehe. Akhirnya baru jalan keluar itu skitar jam 6 pagi, melewati jalan kecil sebelah homestay johar, jalan yang tidak banyak orang melewatinya.
Kami pikir es salju nya dah mencair karena matahari sudah muncul, ternyata masih! Alhamdulillah. Cek suhu waktu itu 8°C, rumput-rumput masih membeku. Bisa gitu ya..masyaAllah..
Lokasiny di luar candi arjuna dan ternyata beberapa orang yg kami temui, bilang ga liat ada fenomena es. Sepertinya sih mereka lewat jalan normal, jalan orang2 biasa.. 😅 kami yg tidak normal #eh
Setelah duduk santai di lokasi candi, sarapan dan bersiap pulang. Lalu, Sampai di purwokerto skitar jam 1 siang, lebih cepat 3 jam loh krn nebeng mobil pemilik homestay hehe..
Sembari menunggu kereta pulang pukul 16.30, Perjalanan pun di tutup dengan main ke Baturraden di Banyumas lalu pulang ke Bandung, main sebentar di bandung lalu pulang ke Lampung. Panjang yaa perjalanannya! 🙊
Thanks Allah for everything..
Makasii dah mau bacaa .. Yg mau lihat rinciannya ini yah. Semoga bermanfaat.
https://nhasnif.blogspot.com/2019/07/tips-hemat-ke-desa-dieng.html?m=1




Comments
Post a Comment